"Apa Arti 12 Mei?"
12 Mei 1998 merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kerusuhan yang terjadi di Indonesia mengikuti dilantiknya Soeharto setelah tujuh tahun berturut-turut pada bulan Maret di tahun yang sama. Yang membuat rakyat marah kemungkinan adalah karena Soeharto berseru tentang reformasi politik dan ekonomi, tapi pada kenyataannya Kabinet Pembangunan VII – kabinet buatan Soeharto pada saat itu berisi anggota keluarga dan kroni-kroni Soeharto, termasuk anak didiknya, Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai wakil presidennya.
Pada tanggal 9 Mei,
presiden Soeharto terbang menuju group of 15 summit di Kairo, Mesir. Sebelum
berangkat, Soeharto berkata pada masyarakat untuk menghentikan protes mereka
dan seperti yang dituliskan di Suara Pembaruan, bahwa ia menyatakan kalau hal
ini terus berlanjut, tidak akan ada kemajuan di Indonesia. Soeharto yang
awalnya dijadwalkan untuk kembali ke Jakarta pada 14 Mei, pulang lebih cepat
saat kerusuhan di Jakarta mencapai titik kritis, sebuah kejadian yang akan
mencatat sejarah kelam tragedi Trisakti 12 Mei 1998 di Indonesia.
Kericuhan di
Jakarta mencapai puncaknya pada tanggal 12 Mei ketika pihak kepolisian dan
tentara mulai menembaki mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi protes damai.
Tragedi ini menewaskan 4 orang, Elang Mulia Lesmana dari Fakultas Teknik Sipil
dan Perencanaan Arsitektur , Heri Hertanto Fakultas Teknik Industri jurusan Mesin,
Hafidin Royan Fakultas Teknik industri jurusan mesin , dan Hendriawan Siedari Fakultas
Ekonomi jurusan Manajemen. Belasan orang juka terluka sebagai hasil dari
tragedi ini. Penembakan protestan tanpa senjata ini menyebabkan kerusuhan yang
sebelumnya sudah terjadi menjadi tambah marak di seluruh Indonesia, dan pada
akhirnya melengserkan Soeharto dari kursi kepemimpinannya.
Adapun tuntutan-tuntutan yang diajukan oleh para reformis;
- PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM
- PEMBERANTASAN KKN
- PELENGSERAN SOEHARTO DAN KOLINNYA
- AMANDEMAN KONSTITUSI
- PENCABUTAN DWIFUNGSI TNI/POLRI
- PEMBERIAN OTONOMI DAERAH SELUAS-LUASNYA
source: https://myrocketstar.wordpress.com/2012/09/24/6-tuntutan-reformasi-1998/
Maka dari itu kami sebagai mahasiswa Universitas Trisakti sampai sekarang telah memperjuangkan hak asasi para abang-abang kami yang telah meninggal untuk perjuangan reformasi. Dengan rutin setiap tahun tanggal 12 Mei kami mengadakan malam gelora yang bertujuan untuk mengingat kembali perjuangan yang telah mati, ziarah ke makam dari korban 12 Mei yang dilakukan seluruh bagian dari Universitas Trisakti dan juga longmarch MM-UT yang dilakukan setiap tanggal 12 Mei.
source: kampus jaket biru
Untuk mengenal lebih dalam tentang tragedi 12 Mei 1998 kami melakukan reset dari MM-UT Akuntansi. Kami ingin mengetahui sebetulnya "Apa arti dari 12 Mei?" itu sendiri bagi masyarakat Universitas Trisakti khususnya jurusan Akuntansi.
"Apa arti dari 12 Mei?"
"12 mei hari bersejarah yg harus terus diperjuangkan. Sebuah bentuk kebrutalan yg tidak ada bentuk pertanggungjawaban sampai saat ini, apa kita masih tetap diam?
12 mei juga titik balik dimana mahasiswa bertindak sebagaimana fungsinya, titik cerah bagi masyarakat menuju era reformasi.
12 mei mengingatkan kembali kepada semua mahasiswa bagaimana mahasiswa sebagai garda terdepan dan agen perubahan.
Junjung terus keadilan dan 1 kata terakhir "TUNTASKAN!""- Kahim BPHMJ-Ak
Junjung terus keadilan dan 1 kata terakhir "TUNTASKAN!""- Kahim BPHMJ-Ak
"Apa arti dari 12 Mei?"
"Indonesia tentunya berubah dari negara yang sistemnya otoriter menjadi demokratis. Dengan pengorbanan nyawa mahasiswa, sebetulnya pengorbanan tersebut sebuah "gertakan" karena Soeharto toh lengser tanggal 21 Mei, tidak lain dipicu oleh meninggalnya mahasiswa Trisakti, tetapi sampai sekarang negara tidak bisa bertanggung jawab untuk mahasiswa yang meninggal. Lebih parahnya lagi mahasiswa yang dulu menjadi aktivis demo sekarang menjadi koruptor. Suara mereka tidak sama dengan ketika menjadi mahasiswa, itu hal yang tidak boleh dilakukan karena seharusnya kita lebih bisa mementingkan masyarakat."- Bpk. Nazmel, Dosen jurusan Akuntansi
"Apa arti dari 12 Mei?"
Dari 3 suara dengan pribadi yang berbeda dapat kita simpulkan bahwa masih banyak Masyarakat Universitas Trisakti yang perduli atas Tragedi 12 Mei 1998 yang memakan banyak korban yang tidak bersalah. Maka marilah kita semua sebagai mahasiswa bangun, untuk mendapat keadilan demi negara demokrasi ini!
#Brotherhoodofaccounting



0 comments:
Post a Comment